Halaman

    Social Items

Gambar sumber:
Poto galeri muhamad ramdan

Sabtu 9 desember 2017, pagi. Kurang lebih pada pukul 09.30 pagi, suasana haru dan sedih menyelimuti seluruh peserta acara perpisahan  karena harus melepas salah satu dewan guru yang di kenal suka bercanda dan memiliki selera humor yang tinggi yaitu yang terhormat bapak Yudianto untuk mengemban tugasnya yang baru (di lapas)  sehingga harus meninggalkan kami semua. 

          Pada saat acara berlangsung beliau menyampaikan beberapa nasehat atau wejangan kepada kami (seluruh siwa-siswi) untuk menjadi orang yang lebih mengutamakan ahlak mulia dan kejujuran di bandingkan mengutamakan nilai yang tinggi, selain itu beliau juga menyampaikan kepada seluruh siswa-siswi untuk lebih sopan terhadap Ibu/Bapak dewan guru maupun kepada orang lainya yang lebih tua, namun di sela-sela penyampaianya beliau juga menyelipkan beberapa candaan seperti biasa yang membuat seluruh peserta acara perpisahan tertawa dan memecah suasana yang tadinya haru menjadi lebih rileks. 

         Perwakilan dari siswa-siswi  (Halimah)  juga turut menyampaikan permohonanan maaf kepada beliau dan rasa kehilangan beliau yang akan meninggalkan kami karena harus mengemban tugasnya yang baru, rasa kehilangan sosok yang telah banayak memberikan ilmu dan nasehat kepada kami dengan caranya yang selalu  membuat kami tersenyum, tdak lupa juga perwakilan dari kami (seluruh siswa-siswi) untuk mengucapkan terimakasih atas semua yang telah di berikan kepada kami dan atas kesabaran beliau dalam menghadapi kenakalan-kenakalan kami (seluruh siswa-siswi) selama mengajar kami di MA. Selain ucapan terimakasih dan permohonan maaf,  kami juga mempersembahkan sebuah lagu kepada beliau walaupun dengan peralatan dan suara seadanya. 
         Di penghujung acara setelah potong tumpeng dan do'a kami semua ( siswa-siswi) dan Ibu/Bapak dewan guru lainya satu persatu bersalaman kepada beliau dengan mata yang terus meneteskan air mata karena rasa kehilanagan dan haru yang sudah tidak bisa di tahan lagi. Setelah itu kami semua (seluruh siswa-siswi) dari kelas X (sepuluh) sampai XII (dua belas) secara bergantian mengabadikan momen yang mengharukan ini dengan foto bersama, setelah selesai foto bersama kami semua makan bersama, dan bersiap-siap untuk pulang kembali kerumah masing-masing. 
Kesimpulan & penutup:

         Perpisahan memang selalu terjadi di manapun dan samapai kapan pun, namun selagi masih bisa bernafas kata perpisahan hanyalah judul besar, karena tali silaturahmi masih bisa di sambung dengan bertemu secara langsung maupun tidak langsung. Terkecuali dari diri sendiri yang ingin memsahkan diri dan memutus tali silaturahmi. Saya sadar betul jika artkiel Diari ini masih banyak sekali kekurangan baik itu dari penulisan, isi dan, bahasa yang mungkin kurang berkenan bagi pembaca karena saya sendiri hanya manusia biasa yang mudah salah maka dari itu saya mohon maaf apabila ada kesalahan dari isi maupun bahasa yang mungkin menyinggung dan kurang berkenan. 


Foto bersama





Acara perpisahan 9 desember 2017

Positif
Gambar sumber:
Poto galeri muhamad ramdan

Sabtu 9 desember 2017, pagi. Kurang lebih pada pukul 09.30 pagi, suasana haru dan sedih menyelimuti seluruh peserta acara perpisahan  karena harus melepas salah satu dewan guru yang di kenal suka bercanda dan memiliki selera humor yang tinggi yaitu yang terhormat bapak Yudianto untuk mengemban tugasnya yang baru (di lapas)  sehingga harus meninggalkan kami semua. 

          Pada saat acara berlangsung beliau menyampaikan beberapa nasehat atau wejangan kepada kami (seluruh siwa-siswi) untuk menjadi orang yang lebih mengutamakan ahlak mulia dan kejujuran di bandingkan mengutamakan nilai yang tinggi, selain itu beliau juga menyampaikan kepada seluruh siswa-siswi untuk lebih sopan terhadap Ibu/Bapak dewan guru maupun kepada orang lainya yang lebih tua, namun di sela-sela penyampaianya beliau juga menyelipkan beberapa candaan seperti biasa yang membuat seluruh peserta acara perpisahan tertawa dan memecah suasana yang tadinya haru menjadi lebih rileks. 

         Perwakilan dari siswa-siswi  (Halimah)  juga turut menyampaikan permohonanan maaf kepada beliau dan rasa kehilangan beliau yang akan meninggalkan kami karena harus mengemban tugasnya yang baru, rasa kehilangan sosok yang telah banayak memberikan ilmu dan nasehat kepada kami dengan caranya yang selalu  membuat kami tersenyum, tdak lupa juga perwakilan dari kami (seluruh siswa-siswi) untuk mengucapkan terimakasih atas semua yang telah di berikan kepada kami dan atas kesabaran beliau dalam menghadapi kenakalan-kenakalan kami (seluruh siswa-siswi) selama mengajar kami di MA. Selain ucapan terimakasih dan permohonan maaf,  kami juga mempersembahkan sebuah lagu kepada beliau walaupun dengan peralatan dan suara seadanya. 
         Di penghujung acara setelah potong tumpeng dan do'a kami semua ( siswa-siswi) dan Ibu/Bapak dewan guru lainya satu persatu bersalaman kepada beliau dengan mata yang terus meneteskan air mata karena rasa kehilanagan dan haru yang sudah tidak bisa di tahan lagi. Setelah itu kami semua (seluruh siswa-siswi) dari kelas X (sepuluh) sampai XII (dua belas) secara bergantian mengabadikan momen yang mengharukan ini dengan foto bersama, setelah selesai foto bersama kami semua makan bersama, dan bersiap-siap untuk pulang kembali kerumah masing-masing. 
Kesimpulan & penutup:

         Perpisahan memang selalu terjadi di manapun dan samapai kapan pun, namun selagi masih bisa bernafas kata perpisahan hanyalah judul besar, karena tali silaturahmi masih bisa di sambung dengan bertemu secara langsung maupun tidak langsung. Terkecuali dari diri sendiri yang ingin memsahkan diri dan memutus tali silaturahmi. Saya sadar betul jika artkiel Diari ini masih banyak sekali kekurangan baik itu dari penulisan, isi dan, bahasa yang mungkin kurang berkenan bagi pembaca karena saya sendiri hanya manusia biasa yang mudah salah maka dari itu saya mohon maaf apabila ada kesalahan dari isi maupun bahasa yang mungkin menyinggung dan kurang berkenan. 


Foto bersama





No comments